Youngsoo’s Diary – Chapter 1 [Introduction]

tumblr_n3z9jch5kz1rnz433o1_1280_2

2017 © Elfeetoile

Starring With : Do Kyungsoo [EXO’s D.O.] Park Ahyoung [OC/You]  Do Youngsoo [OC] | Also Support : Byun Baekhyun [EXO’s Baekhyun] and Others |  Genre : Family, Romance, Marriage life, Comedy | Rating : PG+17 | Lenght : Chapter | Disclaimer : This Story Line Is Mine, Please Don’t Copy Paste!

Perkenalkan, namaku Do Youngsoo. Umurku lima tahun. Ayahku bernama Do Kyungsoo dan ibuku bernama Park Ahyoung. Kalau kalian tebak namaku ini persatuan dari kedua nama orangtuaku, kalian benar. Dan aku sedikit tak senang dengan namaku ini karena,

Good morning, My little girl.

Aku perempuan. Mereka berdua benar-benar gila–nenek yang mengatakan begitu. Youngsoo adalah nama laki-laki. Di sekolahku ada tiga orang yang memiliki nama yang sama. Aku dan dua laki-laki lain.

Bibirku menyunggingkan senyuman pada Ayah lalu membalas sapaannya,

Good Morning, Dad.

Setelah mengambil kursi yang biasa ku duduki saat makan. Kursi di sebelah ayah kosong, tentu itu kursi ibu. Aku belum melihatnya sejak bangun tidur.

“Ahyoung! Cepat!” seru Ayah seraya melihat jam tangannya. Sepertinya Ayah sudah terlambat. Tak lama, dari arah dapur terlihat ibu datang membawa panci yang mengeluarkan kepulan asap.

“Masak seperti ini saja lama sekali. Dasar lambat!”

“Siapa yang kau maksud lambat, huh?”

“Tentu saja kau!”

Aku mendengus. Pemandangan seperti ini sudah hal lumrah dipagi hariku. Ayah dan ibu tidak pernah akur. Mereka selalu saja bertengkar hanya karena permasalahan kecil.

“Aku berangkat.” Entah kata pamitku didengar atau tidak. Aku meraih bangku yang sudah tersedia di samping pintu. Aku sengaja menyimpannya di sana, berjaga-jaga untuk membukakan pintu jika ada tamu. Derita mendapat keturunan pendek.

“Burung hantu dan macan.” Itu adalah kata kunci rumahku. Sebutan ayah dan ibu, kalau kalian ingin tahu.

“Youngsoo, tunggu ayah!” Ayah berteriak setelah pintu rumah ku tutup dengan kencang. Aku tak peduli, langkah kakiku terus berjalan menuju lift.

“Paman, bisakah kau tekan tombol lantai dasar?” Pintaku pada sosok laki-laki, oh itu paman Baekhyun. Ia segera memencet tombol setelah menganggukan kepalanya.

“Dimana Ayah dan Ibumu?” tanyanya seraya menyamakan tinggiku. Aku mengedikan bahu.

“Sedang bertengkar.”

“Bertengkar lagi?” Aku mengangguk. Paman Baekhyun memang tahu kebiasaan ibu dan ayah. Kami bertetangga, dan paman adalah teman ibu. Dia baik tapi, ayah begitu membencinya.

“Paman antar ke sekolah, ya. Paman takut Youngsoo akan tersesat.”

Aku menggeleng menolak. “Tidak usah repot-repot, Paman Baekhyun. Aku bisa sendiri. Lagipula aku bukan anak kecil lagi yang bisa tersesat.” Paman Baekhyun terkekeh lalu tangannya mengacak poniku. Ugh!

“Paman! Kau membuat rambutku berantakan.”

___

“Youngsoo, kau tidak membawa bekal makan lagi?” Aku hanya menggeleng. Ibu guru Choi menghembuskan napasnya.

“Ayah dan ibu Youngsoo bekerja?” Aku memberikan respons yang sama.

“Ayah dan ibu berkuliah di Seoul University.” Ibu guru mengangguk paham. Ia memberikan sekantung plastik yang berisi sepotong roti dan sekotak susu.

“Ini dari Paman Baekhyun. Habiskan, ya.” Ibu Choi pergi. Aku merobek bungkusan roti dan memakannya sendiri.

“Youngsoo, kau sekarang membawa bekal?” tanya si gendut Park Minsung. Dia hobi sekali mengusikku dan sangat cerewet seperti perempuan.

“Seperti yang kau lihat.” jawabku malas lalu kembali memakan makananku. Kunyahanku berhenti ketika sesosok gendut itu duduk di sampingku.

“Sedang apa kau disini?” tanyaku sinis. Minsung menyengir. Dia sungguh jelek ketika tersenyum.

“Aku ingin makan bersamamu. Aku janji akan diam.” Bola mataku berputar, kalau dia sampai berucap satu kata akan ku kempiskan tubuhnya. Aku tak memperdulikannya lagi dan kembali menghabiskan roti isi keju. Paman Baekhyun benar-benar tahu rasa kesukaanku. Aku harus memberikan sesuatu sehabis pulang sekolah nanti pada paman Baekhyun.

“Hei, teman-teman. Lihatlah.” Hyuna sudah biasa berisik dan gemar berteriak tak jelas. Masih kecil saja sudah centil, dengusku.

“Sepertinya Park Minsung dan Do Youngsoo berpacaran.” Seluruh teman sekelasku bersorak, terkecuali Minsung dan aku, tentu saja. Aku menelan sisa rotiku yang berada di mulut. Tubuhku menegak dan tanganku menggebrak meja. Mulutnya benar-benar. Hyuna ikut mendirikan tubuhnya. Ia menghampiriku dan mendorong tubuhku.

“Kau berani padaku?”

“Aku tidak takut padamu.”

“Dasar anak haram.”

“Siapa yang kau sebut anak haram, huh? Kau mengajakku bertengkar?”

___

“Maafkan Youngsoo. Dia masih anak-anak.” Ibu membungkuk meminta maaf pada nenek Hyuna yang menatap kami dengan wajah keriput basahnya dan mata tajam.

“Kau bilang maaf?” Hyuna membesarkan bola matanya melebihi mata ayah.

“Saya akan membiayai pengobatan anak anda, tolong maafkan Youngsoo.” Nenek itu membawa Hyuna masuk kedalam mobil. Tanpa bicara sepatah katapun Ibu menarikku pulang.

___

“Kenapa kau melukai Hyuna?” Aku tak berani menatap ibu. Kepalaku menunduk. Ibu benar-benar marah. Dia memanggilku bukan dengan nama.

“Wajah Hyuna bahkan berdarah bekas cakaran.” Bulir air mataku jatuh. Dan aku menangis. Tangis pertama kali selama tiga bulan ini. Aku bukan gadis yang mudah menangis. Tapi, jika ibu sudah marah aku menjadi gadis cengeng.

“Dia mengataiku anak haram.” Aku tidak tahu apa arti anak haram. Tapi, yang jelas ku tahu itu suatu yang menjijikan. Aku sakit hati dikatai seperti itu. Tatapan ibu yang semula kesal kini perlahan melunak dan tiba-tiba ia memelukku.

“Kau bukan anak haram. Kau anak Ayah dan Ibu. Anak Do Kyungsoo dan Park Ahyoung.” Responsku hanya mengangguk. Ibu membelai rambutku pelan, mengecup pipiku lembut.

“Youngsoo sakit hati dikatai seperti itu, Bu. Jadi, Youngsoo memukulnya. Youngsoo minta maaf.” Ibu melonggarkan pelukan, ia menghapus air mataku.

“Ya, Ibu maafkan. Lain kali Youngsoo tidak boleh seperti itu lagi, ya.”

To Be Continue …

.

.

.

Bukannya ngelanjutin yang sebelumnya malah ngepos yang baru.

I’m so sorry  T.T

Yang nunggu kelanjutan Stay, It’s Our Fate, Abnormal Vampire, dan kisah pasangan labil (read: Kyungsoo-Ahyoung Stories) lagi sedang dalam proses. Dan kebetulan jadwal aku lagi padet banget (sok sibuk). tapi beneran deh ..  sekarang aja aku lagi US, belum nanti simulasi ke3, try out, USBN, UNBK. Jadi harap sabar ….

Oh ya, cerita ini pernah dipublish di Wattpad (@Elfeetoile) mungkin yang ga sabar kelanjutannya bisa cuss baca ke sana hehe.

Dan aku mau kasih tau sesuatu tentang menu aku yang baru ~( -o-)~ kalian bisa cek ya di halaman awal aku. Jadi selain fanfiction aku bakal share tips, fiksi selain ff, rekomendasi juga mungkin ya ….  haha. Itu alasan besar aku sih buat ngerombak ini wp.

I hope you guys like this. Dont forgrt to like, coment, and follow.

See you in next post bye~ bye~

Regard

Elfeetoile

Advertisements

10 thoughts on “Youngsoo’s Diary – Chapter 1 [Introduction]

  1. YUHU!YAHA! SEMANGAATTT EELLLL!!!
    Aku menunggu stay dan kawan-kawan huhuhu:( tapi I know jam jam sibukmu sekarang ini wkwkww I feel you.
    Stay sweet and funny yaa di fic fic mu! semangat!

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s